facebook-pixel
Mesin Diesel vs Mesin Bensin: Mana yang Lebih Unggul?

Rabu, 12 Juni 2024

Diupload oleh : @Setir Kanan Creatives

Bagikan:

Mesin Diesel vs Mesin Bensin: Mana yang Lebih Unggul?

 

Mesin Diesel vs Mesin Bensin: Mana yang Lebih Unggul?

Sumber kuno.id

 

Dalam dunia otomotif, perdebatan antara mesin diesel dan mesin bensin telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kedua jenis mesin ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta preferensi yang berbeda-beda di kalangan para pecinta otomotif. Dalam artikel ini, kamu akan diajak untuk mengenali perbedaan mesin diesel dengan mesin bensin dan bagaimana keefektifannya masing-masing.

Mengenal Mesin Diesel

Mesin diesel adalah jenis mesin pembakaran internal yang menggunakan panas kompresi udara untuk menyalakan bahan bakar. Berbeda dengan mesin bensin yang menggunakan percikan bunga api dari busi, mesin diesel mengandalkan tingginya rasio kompresi untuk menaikkan suhu udara hingga mencapai titik nyala dari bahan bakar diesel yang disemprotkan ke ruang bakar. Proses ini membuatnya lebih efisien dan hemat bahan bakar dibandingkan mesin bensin.

 

 

Mengenal Mesin Diesel

Sumber: liputan6.com

 

Mesin diesel disukai karena efisiensinya yang tinggi, daya tariknya yang besar, dan ketahanan operasionalnya. Meskipun menghasilkan emisi gas buang yang lebih tinggi dibandingkan mesin bensin, teknologi kontrol emisi saat ini telah berkembang untuk mengurangi dampak lingkungan dari mesin diesel.

Komponen dalam Mesin Diesel

Mesin diesel terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain:

1. Blok silinder: Tempat di mana piston bergerak naik turun untuk menghasilkan tenaga.

2. Piston: Komponen yang bergerak naik turun di dalam silinder untuk mengubah energi panas menjadi energi mekanik.

3. Batang penggerak (connecting rod): Menghubungkan piston dengan engkol untuk mengonversi gerakan naik turun piston menjadi putaran engkol.

4. Engkol (crankshaft): Komponen yang berputar untuk mentransfer tenaga ke komponen lain seperti roda gigi atau poros transmisi.

5. Sistem injeksi bahan bakar: Komponen yang menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar secara tepat waktu dan dengan jumlah yang sesuai.

6. Sistem pendingin: Berfungsi untuk mendinginkan mesin agar tetap berada pada kisaran suhu operasi yang optimal.

Penggunaan Mesin Diesel

Mesin diesel banyak digunakan dalam berbagai sektor industri dan transportasi, antara lain:

1. Kendaraan berat seperti truk, traktor, alat berat pertambangan, dan kendaraan militer.

2. Kendaraan niaga seperti bus dan truk angkutan barang.

3. Lokomotif kereta api barang dan penumpang.

4. Kapal laut dan kapal pesiar.

5. Mesin pembangkit listrik stasioner (generator set).

6. Pertanian dan pertambangan.

 

Baca juga: Ini Perbedaan Oli Steering dan Oli Mesin Mobil, Jangan Tertukar!

 

Mengenal Mesin Bensin

Mesin bensin adalah jenis mesin pembakaran internal yang menggunakan percikan bunga api dari busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar bensin di dalam ruang bakar. Mesin ini telah menjadi penggerak utama bagi sebagian besar kendaraan ringan seperti mobil, truk ringan, dan kendaraan rekreasi selama lebih dari satu abad.

 

Mengenal Mesin Bensin

Sumber: liputan6.com

 

Mesin bensin disukai karena keringanannya, daya responnya yang baik, dan kemudahan dalam mengendalikan tenaganya. Meskipun kurang efisien dibandingkan mesin diesel, mesin bensin tetap menjadi pilihan utama untuk kendaraan ringan dan rekreasi karena sifatnya yang kompak, ringan, dan responsif.

Komponen dalam Mesin Bensin

Mesin bensin terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain:

1. Blok silinder: Tempat di mana piston bergerak naik turun untuk menghasilkan tenaga.

2. Piston: Komponen yang bergerak naik turun di dalam silinder untuk mengubah energi panas menjadi energi mekanik.

3. Batang penggerak (connecting rod): Menghubungkan piston dengan engkol untuk mengonversi gerakan naik turun piston menjadi putaran engkol.

4. Engkol (crankshaft): Komponen yang berputar untuk mentransfer tenaga ke komponen lain seperti roda gigi atau poros transmisi.

5. Sistem bahan bakar: Komponen yang mengatur pasokan dan pencampuran bahan bakar dengan udara sebelum disemprotkan ke ruang bakar.

6. Sistem pengapian: Komponen yang menghasilkan percikan bunga api pada busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar.

7. Sistem pendingin: Berfungsi untuk mendinginkan mesin agar tetap berada pada kisaran suhu operasi yang optimal.

Penggunaan Mesin Bensin

Mesin bensin banyak digunakan dalam berbagai jenis kendaraan ringan dan rekreasi, antara lain:

1. Mobil penumpang (sedan, hatchback, SUV, dll.)

2. Truk ringan

3. Sepeda motor

4. Mesin taman dan kebun (pemotong rumput, gergaji mesin, dll.)

5. Perahu rekreasi dan jet ski

6. Kendaraan off-road (ATV, UTV, dll.)

 

Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin

Mesin diesel dan mesin bensin dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori. Simak penjelasannya melalui tabel-tabel di bawah ini!

 

Baca juga: Gurah Mesin Mobil vs Turun Mesin: Mana yang Lebih Hemat Biaya?

 

1. Prinsip Kerja

Mesin Diesel

Mesin diesel bekerja berdasarkan prinsip pembakaran spontan (penyalaan kompresi). Udara dalam silinder dikompresikan hingga mencapai tekanan dan temperatur yang sangat tinggi. Kemudian, bahan bakar diesel disemprotkan ke dalam silinder dan terbakar secara spontan karena temperatur yang tinggi tersebut.

Mesin Bensin

Mesin bensin bekerja berdasarkan prinsip pembakaran dengan pengapian. Campuran udara dan bahan bakar bensin dikompresikan dalam silinder, lalu dibakar dengan menggunakan percikan bunga api dari busi.

 

2. Bahan Bakar

Mesin Diesel

Menggunakan bahan bakar solar/minyak diesel yang memiliki titik nyala lebih tinggi daripada bensin. Bahan bakar diesel disemprotkan ke dalam silinder setelah kompresi udara.

Mesin Bensin

Menggunakan bahan bakar bensin yang lebih mudah menguap dan terbakar. Campuran udara dan bahan bakar bensin disiapkan sebelum memasuki silinder.

 

3. Rasio Kompresi

Mesin Diesel

Memiliki rasio kompresi yang jauh lebih tinggi, biasanya antara 16:1 hingga 25:1. Rasio kompresi tinggi ini diperlukan untuk mencapai temperatur yang cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar diesel secara spontan.

Mesin Bensin

Memiliki rasio kompresi yang lebih rendah, biasanya antara 8:1 hingga 12:1. Rasio kompresi yang lebih rendah digunakan untuk menghindari pembakaran spontan yang tidak diinginkan.

 

4. Sistem Menyalakan

Mesin Diesel

Tidak memerlukan sistem pengapian seperti busi. Penyalaan terjadi secara spontan karena temperatur tinggi yang dihasilkan dari kompresi udara.

Mesin Bensin

Memerlukan sistem pengapian dengan busi untuk memicu pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder.

 

5. Efisiensi Thermal

Mesin Diesel

Secara umum, mesin diesel memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi daripada mesin bensin. Hal ini disebabkan oleh rasio kompresi yang lebih tinggi dan tidak adanya kerugian energi yang terbuang melalui sistem pengapian.

Mesin Bensin

Efisiensi termal mesin bensin sedikit lebih rendah dibandingkan dengan mesin diesel, namun mesin bensin lebih responsif dan lebih mudah dikendalikan.

 

6. Tenaga dan Torsi

Mesin Diesel

Mesin diesel menghasilkan torsi yang lebih besar pada putaran rendah, tetapi tenaga maksimum lebih rendah dibandingkan mesin bensin dengan kapasitas yang sama.

Mesin Bensin

Mesin bensin menghasilkan tenaga maksimum yang lebih tinggi pada putaran yang lebih tinggi, tetapi torsi pada putaran rendah lebih kecil dibandingkan dengan mesin diesel.

 

7. Emisi

Mesin Diesel

Secara tradisional, mesin diesel menghasilkan lebih banyak emisi partikulat (asap hitam) dan nitrogen oksida (NOx) daripada mesin bensin. Namun, dengan perkembangan teknologi seperti filter partikulat diesel dan sistem pengolahan gas buang, emisi mesin diesel telah berkurang secara signifikan.

Mesin Bensin

Mesin bensin menghasilkan lebih banyak emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) daripada mesin diesel. Namun, mesin bensin lebih mudah memenuhi standar emisi dengan teknologi seperti sistem injeksi bahan bakar dan katalis.

 

8. Biaya Operasional

Mesin Diesel

Biaya operasional mesin diesel umumnya lebih rendah karena bahan bakar diesel lebih murah dan mesin diesel memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi, sehingga konsumsi bahan bakar per kilometer lebih rendah.

Mesin Bensin

Biaya operasional mesin bensin cenderung lebih tinggi karena bahan bakar bensin lebih mahal dan efisiensi termal yang lebih rendah.

 

Setelah membahas perbedaan antara mesin diesel dan mesin bensin, Sobat Setir bisa melihat bahwa pilihan mesin sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi pengendara. Mesin diesel menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dan torsi yang lebih besar, cocok untuk perjalanan jauh dan penggunaan berat. Sementara itu, mesin bensin memberikan akselerasi yang lebih baik dan biaya perawatan yang lebih rendah, ideal untuk penggunaan harian dan dalam kota.

 

Nah, jika Sobat Setir sedang mempertimbangkan untuk membeli mobil baru atau mengganti mobilmu yang lama? Jangan bingung memikirkan mesin diesel atau bensin yang tepat untukmu. Di Setir Kanan terdapat layanan tukar tambah mobil bekas untuk kamu yang ingin segera untuk ganti mobil.

 

Kamu bisa menemukan mobil impian dengan mesin yang tepat, baik itu diesel atau bensin, sesuai keinginan. Yuk, bawa pulang mobilmu bersama Setir Kanan!

Tag Artikel:


Informasi Terkini

Lihat semua
Nissan Serena e-Power Hadir di GIIAS 2024, Apa Saja Kelebihannya?

Rabu, 26 Juni 2024

Nissan Serena e-Power Hadir di GIIAS 2024, Apa Saja Kelebihannya?

SUV Bisa Selap-Selip, Kelebihan dan Kekurangan GWM Tank 500

Selasa, 25 Juni 2024

SUV Bisa Selap-Selip, Kelebihan dan Kekurangan GWM Tank 500

Orang Terkaya di Vietnam Siap Mempertaruhkan Seluruh Uangnya Untuk EV Dream

Senin, 24 Juni 2024

Orang Terkaya di Vietnam Siap Mempertaruhkan Seluruh Uangnya Untuk EV Dream

VinFast Percepat Ekspansi di Asia Meski Pertumbuhan EV Melambat

Senin, 24 Juni 2024

VinFast Percepat Ekspansi di Asia Meski Pertumbuhan EV Melambat

Muat Berita Lainnya