.webp&w=3840&q=75)
Senin, 06 Oktober 2025
Diupload oleh : @Setir Kanan Creatives
Bagikan:
Mobil listrik kini semakin populer di Indonesia karena dianggap lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan mobil BBM.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari calon pengguna adalah berapa biaya isi mobil listrik di SPKLU?
Pertanyaan ini wajar karena harga mobil listrik masih relatif tinggi, sehingga Sobat Setir pasti ingin tahu apakah biaya operasionalnya lebih hemat dibandingkan mobil bensin.
Agar Sobat Setir tak lagi bingung, artikel ini akan membahas tentang tarif pengisian mobil listrik di SPKLU, faktor yang mempengaruhi besarannya, cara menghitungnya, hingga tips hemat saat mengisi daya.
Apa Itu SPKLU dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Sumber: Freepik
Sebelum masuk ke biaya, penting buat Sobat Setir memahami dulu apa itu SPKLU. SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum adalah “SPBU-nya” mobil listrik.
Tempat ini disediakan oleh PLN maupun pihak swasta agar pemilik mobil listrik bisa dengan mudah mengisi daya di berbagai lokasi.
Cara penggunaannya pun cukup sederhana, Sobat Setir hanya perlu datang ke lokasi SPKLU, colokkan charger sesuai tipe konektor mobil, lalu mulai isi daya.
Berapa Waktu Pengisian Mobil Listrik di SPKLU?
SPKLU memiliki beberapa tipe teknologi charger mobil listrik yang mempengaruhi lama waktu pengisian, antara lain:
1. Medium Charging
Data Charger: 7 kW – 22 kW
Waktu Pengisian: 6 – 8 jam untuk pengisian penuh.
2. Fast Charging
Daya Charger: 25 – 50 kW
Waktu Pengisian: 1 – 2 jam untuk pengisian dari 20% hingga 80% (Bisa bertambah jika ada dua atau lebih mobil yang melakukan charger bersamaan)
3. Ultra Fast Charging
Daya Charger: 100 – 350 kW
Waktu Pengisian: 15 – 45 menit untuk pengisian dari 20% hingga 80%
Berapa Biaya Isi Mobil Listrik di SPKLU?
Nah, ini dia informasi yang paling sering ditanyakan Sobat Setir, berapa tarif isi daya mobil listrik di SPKLU? Tarif resmi pengisian daya di SPKLU PLN sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023, yaitu:
Rp 2.466 per kWh → berlaku untuk pengisian normal.
Selain itu, ada biaya tambahan layanan untuk jenis pengisian cepat:
Fast Charging: Rp 25.000 per pengisian.
Ultra Fast Charging: Rp 57.000 per pengisian.
Dengan tarif ini, Sobat Setir bisa lihat bahwa meski ada tambahan biaya di layanan cepat, total biaya isi mobil listrik di SPKLU tetap jauh lebih hemat dibandingkan isi bahan bakar mobil bensin di SPBU.
Apa Faktor yang Mempengaruhi Biaya Isi Mobil Listrik di SPKLU?
Selain tarif dasar, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi biaya isi mobil listrik di SPKLU. Yuk, Sobat Setir simak poin-poin penting berikut:
1. Kapasitas Baterai Mobil: Semakin besar kapasitas baterai, semakin besar biaya untuk mengisi penuh.
2. Jenis SPKLU: SPKLU fast charging biasanya lebih mahal karena teknologi dan kecepatan pengisian yang ditawarkan.
3. Persentase Pengisian: Isi daya mobil listrik tidak selalu dari nol. Jika hanya menambah 30-50% daya, maka biaya bisa lebih murah.
4. Kebijakan Operator SPKLU: Meski tarif dasar PLN sama, operator swasta bisa menambahkan biaya layanan tertentu.
Bagaimana Cara Menghitung Biaya Isi Mobil Listrik di SPKLU?
Setelah tahu tarif dasarnya, Sobat Setir juga perlu tahu cara menghitung biaya isi daya sendiri.
Rumus Umum
Kapasitas baterai × Tarif per kWh + Biaya tambahan (jika fast/ultra fast charging).
Contoh pengisian normal
Kapasitas baterai = 30 kWh
Biaya = 30 × Rp 2.466 = Rp 73.980
Contoh pengisian dengan Fast Charging
Kapasitas baterai = 30 kWh
Biaya = (30 × Rp 2.466) + Rp 25.000
= Rp 73.980 + Rp 25.000
= Rp 98.980
Bagaimana Tips Hemat Isi Daya Mobil Listrik di SPKLU?
Nah, biar pengeluaran makin terkontrol, Sobat Setir bisa menerapkan beberapa tips berikut:
Isi Saat Baterai Masih 20-30%
Jangan tunggu baterai benar-benar habis. Mengisi dari titik rendah justru membuat baterai lebih cepat aus.
Pilih SPKLU dengan Tarif Normal
Gunakan aplikasi PLN Mobile untuk mencari lokasi SPKLU dengan tarif standar.
Manfaatkan Charging di Rumah
Jika memungkinkan, isi daya di rumah pada malam hari saat beban listrik lebih rendah.
Gunakan Fast Charging Secukupnya
Fast charging memang praktis, tapi jangan dijadikan kebiasaan utama karena biayanya lebih tinggi dan bisa mempengaruhi usia baterai.
Mau Punya Mobil Listrik Bekas? Temukan di Setir Kanan!
Nah, itulah tadi ulasan lengkap soal biaya isi daya mobil listrik di SPKLU. Kalau kamu mulai tertarik beralih ke kendaraan ramah lingkungan dan sedang cari mobil bekas berkualitas dengan harga terbaik, Setir Kanan siap jadi solusi cerdasmu!
Di Setir Kanan, tersedia berbagai pilihan mobil listrik bekas ramah lingkungan dengan cicilan ringan mulai dari Rp 2 jutaan per bulan atau hanya sekitar Rp 70 ribuan per hari.
Mulai dari mobil listrik bekas hingga LCGC irit bahan bakar, semuanya tersedia dalam kondisi prima dan siap jalan.
Buat kamu yang butuh mobil bekas keluarga cerdas, ada juga pilihan mobil 7-seater dengan kabin lega dan fitur lengkap. Nikmati juga promo menarik DP 0% untuk unit tertentu, cukup bayar 2x angsuran di awal untuk unit tertentu!
Selain itu, tersedia program Tukar Tambah yang praktis dan menguntungkan bagi kamu yang ingin upgrade ke mobil baru.
Yuk, kunjungi Setir Kanan sekarang dan temukan mobil ramah lingkungan impianmu dengan cara mudah dan hemat!
Tag Artikel:
Rekomendasi Artikel
Rabu, 18 Februari 2026
8 Rekomendasi Mobil Listrik Bekas 100 Jutaan Terbaik untuk Harian
Apa Itu Garansi Buyback Mobil Bekas di Setir Kanan? Ini Penjelasannya
Selasa, 24 Februari 2026
BYD M6 Vs Atto 3, Mana yang Paling Sesuai Untuk Kamu?
Rabu, 18 Februari 2026
10 Persiapan Mudik 2026, Ini Komponen Mobil yang Wajib Dicek
Selasa, 24 Februari 2026
10 Rekomendasi Mobil Listrik Bekas 200 Jutaan, Cocok untuk Harian
Rabu, 11 Februari 2026
Baru Beli Mobil Bekas? Ini Estimasi Biaya Servisnya
Selasa, 24 Februari 2026
Informasi Terkini
Lihat semuaRabu, 26 Juni 2024
Nissan Serena e-Power Hadir di GIIAS 2024, Apa Saja Kelebihannya?
Selasa, 25 Juni 2024
SUV Bisa Selap-Selip, Kelebihan dan Kekurangan GWM Tank 500
Senin, 24 Juni 2024
Orang Terkaya di Vietnam Siap Mempertaruhkan Seluruh Uangnya Untuk EV Dream
Senin, 24 Juni 2024