
Jumat, 30 Agustus 2024
Diupload oleh : @Setir Kanan Creatives
Bagikan:
Sumber: vecteezy
Dalam dunia otomotif, sistem pendinginan merupakan salah satu aspek krusial yang sering kali kurang mendapat perhatian dari pemilik kendaraan. Padahal, sistem ini memainkan peran vital dalam menjaga performa dan umur mesin. Salah satu komponen kunci dalam sistem pendinginan adalah air radiator, yang juga dikenal sebagai cairan pendingin atau coolant. Dalam artikel ini akan membahas mulai dari apa itu air radiator, fungsi, jenis-jenis, hingga dampak penggunaan cairan yang tidak tepat. Simak selengkapnya.
Apa Itu Air Radiator
Sumber: vecteezy
Air radiator bukanlah air biasa seperti yang kita gunakan sehari-hari. Ini adalah cairan khusus yang dirancang secara spesifik untuk mengatur suhu mesin kendaraan. Berbeda dengan air biasa, cairan ini merupakan campuran kompleks yang terdiri dari air murni dengan berbagai zat aditif. Komponen utama dalam air ini biasanya meliputi:
1. Air murni
Berfungsi sebagai media transfer panas utama.
2. Etilen glikol atau propilen glikol
Zat ini berfungsi untuk menurunkan titik beku dan meningkatkan titik didih cairan.
3. Inhibitor korosi
Melindungi komponen logam dalam sistem pendingin dari korosi.
4. Aditif anti-buih
Mencegah pembentukan busa yang dapat mengurangi efektivitas pendinginan.
5. Pelumas
Membantu melumasi komponen bergerak dalam sistem pendingin, seperti pompa air.
Formulasi khusus ini memiliki karakteristik yang jauh lebih unggul dibandingkan air biasa dalam konteks pendinginan mesin. Beberapa keunggulan tersebut meliputi:
1. Titik didih yang lebih tinggi: Air radiator biasanya memiliki titik didih sekitar 108-129°C (tergantung pada konsentrasi), jauh lebih tinggi dibandingkan air biasa yang mendidih pada 100°C. Ini memungkinkan sistem pendingin tetap efektif bahkan pada suhu mesin yang sangat tinggi.
2. Titik beku yang lebih rendah: Dengan titik beku yang bisa mencapai -37°C atau bahkan lebih rendah, formula ini mencegah pembekuan cairan pada suhu ekstrim rendah, yang bisa menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
3. Sifat anti-korosi: Kandungan inhibitor korosi melindungi komponen logam dalam sistem pendingin dari karat dan korosi, memperpanjang umur mesin.
4. Kemampuan lubrikasi: Aditif pelumas berguna dalam membantu menjaga komponen bergerak dalam sistem pendingin tetap berfungsi dengan baik.
Fungsi Air Radiator
Sumber: vecteezy
Peran utama air radiator adalah menjaga stabilitas suhu mesin. Namun, fungsinya jauh lebih kompleks dari sekadar mendinginkan. Berikut adalah fungsi-fungsi penting cairan pendingin mesin mobil ini:
1. Dapat Mengatur Suhu Mesin
Ketika mesin beroperasi, terjadi pembakaran bahan bakar yang menghasilkan energi mekanik dan panas. Sebagian besar panas ini harus dibuang untuk mencegah overheat. Cairan ini bersirkulasi melalui sistem pendingin, menyerap panas dari mesin, dan membuangnya melalui radiator ke udara luar.
Proses ini melibatkan beberapa tahap:
a. Air radiator mengalir melalui water jacket di sekitar silinder mesin, menyerap panas.
b. Cairan panas ini kemudian dipompa ke radiator.
c. Di radiator, cairan mengalir melalui pipa-pipa tipis yang dikelilingi sirip-sirip pendingin.
d. Kipas radiator menghembuskan udara melalui sirip-sirip ini, membantu membuang panas ke atmosfer.
e. Air radiator yang sudah dingin kemudian kembali ke mesin, dan siklus berulang.
Proses ini membantu menjaga suhu mesin pada kisaran operasional optimal, biasanya antara 87-104°C (190-220°F).
2. Mencegah Terjadinya Korosi
Sistem pendingin mesin terdiri dari berbagai komponen logam, termasuk besi, aluminium, tembaga, dan paduan lainnya. Ketika logam-logam ini berinteraksi dengan air dan oksigen, terjadi reaksi elektrokimia yang dapat menyebabkan korosi. Air radiator mengandung inhibitor korosi yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam, mencegah kontak langsung dengan air dan oksigen.
3. Mampu Mencegah Kerak
Air biasa mengandung mineral terlarut yang dapat mengendap dan membentuk kerak ketika dipanaskan. Kerak ini dapat menghambat aliran cairan dan mengurangi efisiensi transfer panas. Cairan pendingin ini dirancang untuk mencegah pembentukan kerak ini, menjaga sistem pendingin tetap bersih dan efisien.
4. Melumasi Komponen Sistem Pendingin
Beberapa komponen dalam sistem pendingin, seperti pompa air, memerlukan pelumasan untuk beroperasi dengan lancar. Air Khusus ini mengandung aditif pelumas yang membantu melumasi komponen-komponen ini, mengurangi gesekan dan keausan.
5. Pencegahan Kavitasi
Kavitasi adalah fenomena terbentuknya gelembung uap dalam cairan yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin. Cairan ini memiliki sifat anti-kavitasi yang membantu mencegah fenomena ini, melindungi komponen mesin dari kerusakan.
6. Mempertahankan Performa Mesin Optimal
Dengan menjaga suhu mesin pada tingkat optimal, formula khusus ini membantu memastikan bahwa mesin beroperasi pada efisiensi maksimumnya. Ini berarti performa yang lebih baik, konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, dan emisi yang lebih rendah.
Baca juga: Thermostat Mobil: Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Merawatnya
Jenis-Jenis Air Radiator
Sumber: vecteezy
Terdapat beberapa jenis-jenis yang umum digunakan, masing-masing dengan karakteristik dan kegunaannya sendiri:
1. Air Coolant Radiator Standar
Ini adalah jenis yang paling umum digunakan dan tersedia secara luas di pasaran. Air coolant radiator standar biasanya berbasis etilen glikol dan dirancang untuk penggunaan umum pada sebagian besar kendaraan penumpang dan truk ringan.
Karakteristik:
- Titik didih sekitar 108-129°C (tergantung konsentrasi)
- Titik beku sekitar -37°C (pada konsentrasi 50/50 dengan air)
- Tersedia dalam berbagai warna (hijau, biru, merah, dll.)
- Umumnya perlu diganti setiap 30.000-50.000 km atau 2-3 tahun
2. Radiator Super Coolant
Radiator super coolant adalah versi yang lebih canggih dari coolant standar. Jenis ini dirancang untuk kinerja yang lebih tinggi dan perlindungan yang lebih baik.
Karakteristik:
- Titik didih yang lebih tinggi, bisa mencapai 135°C atau lebih
- Perlindungan terhadap korosi yang lebih baik
- Umur pakai yang lebih panjang, bisa mencapai 5 tahun atau 100.000 km
- Cocok untuk kendaraan performa tinggi atau yang beroperasi dalam kondisi ekstrem
3. Organic Acid Technology (OAT) Coolant
OAT coolant menggunakan teknologi inhibitor korosi organik yang lebih ramah lingkungan dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Karakteristik:
- Umur pakai bisa mencapai 5 tahun atau 150.000 km
- Perlindungan korosi yang sangat baik
- Biasanya berwarna oranye atau merah
- Sering digunakan pada kendaraan Eropa dan beberapa kendaraan Asia
4. Hybrid Organic Acid Technology (HOAT) Coolant
HOAT coolant menggabungkan teknologi OAT dengan inhibitor korosi tradisional untuk perlindungan yang lebih komprehensif.
Karakteristik:
- Umur pakai antara OAT dan coolant tradisional
- Perlindungan yang baik untuk berbagai jenis logam
- Biasanya berwarna kuning atau oranye
- Sering digunakan pada kendaraan Amerika dan beberapa kendaraan Asia
5. Antifreeze Coolant
Antifreeze coolant dirancang khusus untuk daerah dengan suhu ekstrim rendah. Jenis ini memiliki konsentrasi etilen glikol atau propilen glikol yang lebih tinggi.
Karakteristik:
- Titik beku yang sangat rendah, bisa mencapai -70°C atau lebih rendah
- Perlindungan terhadap pembekuan yang sangat baik
- Biasanya perlu dicampur dengan air sebelum digunakan
- Cocok untuk kendaraan yang beroperasi di daerah kutub atau pegunungan tinggi
Apakah Aman Mengisi Radiator dengan Air Biasa?
Sumber: vecteezy
Meskipun dalam situasi darurat penggunaan air biasa untuk mengisi radiator mungkin tak terhindarkan, praktik ini sangat tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang. Berikut adalah alasan mengapa air biasa tidak cocok untuk sistem pendingin mesin:
1. Titik Didih Rendah
Air biasa mendidih pada suhu 100°C pada tekanan atmosfer standar. Ini jauh lebih rendah dari suhu kerja normal mesin modern yang bisa mencapai 110°C atau lebih. Akibatnya, air biasa cenderung menguap, meningkatkan tekanan dalam sistem pendingin dan risiko overheat.
2. Tidak Ada Perlindungan Terhadap Pembekuan
Di daerah beriklim dingin, air biasa dapat membeku pada suhu 0°C. Pembekuan air dalam sistem pendingin dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin karena ekspansi volume saat air berubah menjadi es.
3. Tidak Ada Perlindungan Terhadap Korosi
Air biasa, terutama air keran, mengandung mineral dan zat terlarut yang dapat mempercepat korosi pada komponen logam dalam sistem pendingin. Ini dapat menyebabkan kebocoran, penyumbatan, dan kerusakan komponen.
4. Pembentukan Kerak
Mineral dalam air biasa dapat mengendap dan membentuk kerak ketika dipanaskan. Kerak ini dapat menghambat aliran cairan dan mengurangi efisiensi transfer panas, yang pada gilirannya dapat menyebabkan overheat.
5. Tidak Ada Kemampuan Lubrikasi
Air biasa tidak memiliki sifat pelumas yang diperlukan untuk melumasi komponen bergerak dalam sistem pendingin, seperti pompa air.
6. Tidak Ada Perlindungan Terhadap Kavitasi
Air biasa tidak memiliki sifat anti-kavitasi yang diperlukan untuk melindungi komponen mesin dari kerusakan akibat gelembung uap.
Oleh karena itu, jika terpaksa menggunakan air biasa dalam situasi darurat, sangat penting untuk segera mengganti dengan coolant yang sesuai sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan jangka panjang pada mesin kendaraan.
Dengan melakukan perawatan rutin dan menggunakan cairan yang tepat, Kamu dapat memastikan sistem pendingin kendaraan Kamu tetap dalam kondisi optimal, memperpanjang umur mesin, dan menghindari masalah serius seperti overheat yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada mesin.
Dampak Penggunaan Air Radiator yang Tidak Tepat
Sumber: vecteezy
Penggunaan yang tidak sesuai atau perawatan sistem pendingin yang buruk dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada kendaraan Kamu. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi:
1. Mesin Mobil Overheat
Penggunaan air biasa atau coolant yang tidak sesuai dapat menyebabkan mesin overheat. Ini terjadi karena cairan pendingin tidak mampu menyerap dan membuang panas dengan efektif. Overheat dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin seperti gasket kepala silinder, piston, dan bahkan blok mesin.
2. Terjadinya Korosi
Air radiator yang tidak mengandung inhibitor korosi yang cukup dapat menyebabkan korosi pada komponen logam dalam sistem pendingin. Korosi dapat menyebabkan kebocoran, penyumbatan saluran pendingin, dan kerusakan pada komponen seperti radiator, pompa air, dan thermostat.
3. Pembentukan Kerak
Penggunaan air keras atau coolant yang tidak sesuai dapat menyebabkan pembentukan kerak dalam sistem pendingin. Kerak ini dapat menghambat aliran cairan pendingin dan mengurangi efisiensi transfer panas, yang pada akhirnya dapat menyebabkan overheat.
4. Merusak Pompa Air
Air radiator yang tidak memiliki sifat pelumas yang cukup dapat menyebabkan keausan berlebih pada komponen pompa air. Ini dapat menyebabkan kegagalan pompa air dan gangguan pada sirkulasi cairan pendingin.
5. Penurunan Performa Mesin
Sistem pendingin yang tidak berfungsi optimal akibat penggunaan air yang yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan performa mesin, peningkatan konsumsi bahan bakar, dan peningkatan emisi gas buang.
Baca juga: 8 Arti Lampu Dashboard Mobil dan Penyebab Lampu Tidak Menyala
Air radiator memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan dan performa mesin kendaraan. Pemahaman yang baik tentang fungsi, jenis, dan perawatan mesin sangat penting bagi setiap pemilik kendaraan. Penggunaan jenis yang tepat, pemeriksaan rutin, dan perawatan yang benar tidak hanya akan membantu mencegah kerusakan mesin akibat overheat, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, mengurangi emisi, dan memperpanjang umur mesin.
Penting untuk selalu mengikuti rekomendasi pabrikan dalam pemilihan dan penggantian air radiator. Jangan tergoda untuk menggunakan air biasa atau coolant yang tidak sesuai demi menghemat biaya jangka pendek, karena hal ini dapat mengakibatkan kerusakan serius dan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal di kemudian hari.
Dengan menjaga kesehatan mesin mobil, Kamu tidak perlu mengeluarkan budget lebih untuk memperbaiki mesin mobil, yang mana kamu juga bisa menabung untuk membeli mobil bekas lagi untuk menambah koleksi kamu. Butuh mobil bekas berkualitas dengan harga cerdas? Ke Setir Kanan saja!
Di Setir Kanan, Kamu bisa mendapatkan mobil dengan DP 0% atau cukup 2x bayar angsuran (untuk unit yang bertanda khusus). Kamu bisa membawa pulang mobil bekas pilihanmu cukup dengan bayar pertama yang mana ini sudah termasuk biaya admin dan otomatis memotong waktu tenor kredit kamu. Selain itu, kamu bisa mencicil unit yang kamu pilih hanya dengan seharga kopi harian kamu atau dengan 70 ribuan saja yang setara 2 jutaan per bulan.
Segera kunjungi Website Setir Kanan dan dapatkan mobil impianmu sekarang juga!
Tag Artikel:
Rekomendasi Artikel
Kamis, 05 Februari 2026
Avanza vs Xenia Bekas: Lebih Murah Mana Cicilannya?
6 Rekomendasi Mobil Daihatsu yang Irit BBM untuk Harian
Rabu, 04 Februari 2026
EV Makin Dekat: Toyota Klaim Baterai Solid-State Lebih Cepat & Tahan Lama
Selasa, 03 Februari 2026
Daftar Mobil Baru di IIMS 2026, dari Veloz Hybrid hingga e-Vitara
Senin, 02 Februari 2026
Pajak Mobil Raize 2026: Daftar Biaya & Cara Hitung Lengkap
Jumat, 30 Januari 2026
Informasi Terkini
Lihat semuaRabu, 26 Juni 2024
Nissan Serena e-Power Hadir di GIIAS 2024, Apa Saja Kelebihannya?
Selasa, 25 Juni 2024
SUV Bisa Selap-Selip, Kelebihan dan Kekurangan GWM Tank 500
Senin, 24 Juni 2024
Orang Terkaya di Vietnam Siap Mempertaruhkan Seluruh Uangnya Untuk EV Dream
Senin, 24 Juni 2024